Skip to main content

Waiki: Harus Menyusun Strategi, Jangan Langsung ke Teknisnya

Berikut ini percakapan singkat tim kami BisnisKuliner.ID dengan Mas Tama mengenai pemasaran produk.


Bagaimana proses pemasaran pada usaha ini?

Jadi awal mula waiki ini kita ngumpulin banyak ide, sampai kita tulis saya sama Rifky nulis di kertas, softfile juga, 100 program jualan. Itu mulai dari buy 1 get 1, beli 2 grartis 1, atau bonus apa, atau diskon. Apapun, sampai orang yang pakai baju kuning gratis. Itu kita terus breakdown.

Yang pertama kita harus menyusun strategi, jangan langsung ke teknisnya. Programnya dulu aja deh, mau apa, minimal 100 program, dari situ kita klasifikasi kira-kira yang bisa kita lakukan apa. Yang siap kita lakukan itu apa? Nah, awal mula waiki berjalan, kita nggak muluk-muluk kok, kita nggak berharap kita dapet untung atau profit. Gimana caranya orang-orang tahu waiki. Nah, makanya pada saat kita soft opening, itu kita gratisin semua. Semua orang yang masuk kita gratisin. Padahal orang yang datang ke waiki ini itu bayar. Ternyata pada saat bayar, kita gratisin. Kenapa? Ya, karena supaya orang tahu dulu. Orang mau ngicipin waiki itu seperti apa. Terus pada saat grand opening juga kita gratisin minuman dalam tiga hari, semua minuman. Terus hari keempat, ketiga kita gratisin makanan. Nah terus berjalan grand opening gratis orang udah pada tahu nih, udah nyobain.

Nah, selain kita gratisin, kita bikin all you can eat juga. Jadi bayar 27ribu makan sepuasnya, sekenyangnya. Sampai kita itungin tuh ada satu orang nambahnya sampai 18 kali. Cukup bayar 27ribu.

Ya, banyak yang nanya, “Tam, lu nggak rugi?” ya sekarang kalau kita pakai matematika bisnis: rugi. Sekarang harga nasi berapa ayam berapa saus berapa belum minum. Meskipun itu minum es teh 27 ribu all you can eat nambah 18 kali pasti kan nggak masuk ya?

Tapi di sini bukan itu yang kita cari, bukan itu yang kita tuju pada saat awal, karena pada saat awal tujuan kita jelas, kita memperkenalkan produk kita supaya orang pada nyobain.

Terus yang kedua, intinya itu pemasanan untuk kita juga. Pemanasan kesiapan tim dalam melayani. Terus setelah masa-masa grand opening kemarin januari februari kita lewatin, bulan maret kita bikin program jumat barokah.

Setiap hari jumat habis sholat jumat itu khusus hari jumat kita bikin di waiki ini makan bayar seikhlasnya. Meskipun bayarnya cuman 500 perak, 1000 perakan silakan aja. Kita sediain satu wadah makan bayar seikhlasnya dan itu ya masyaAllah ya kan? Cukup membuat traffic. Ngantrinya sampai jalan raya setiap jumat.

Mulai habis jumatan sampai adzan isya, itu kita jalani maret dan april. Terus pada saat karena adanya jumat barokah alhamdulillah  traffic-nya sudah mulai ada, waiki sudah mulai dikenal. Tapi ya namanya juga startup kita nggak seneng sampe di situ. Kita belum orgasme omzet, kita nggak puas dulu. Karena masyarakat di Jogja banyak yang belum tahu waiki.

Akhirnya kita imbangin dengan medsos. Jadi, medsos itu awal-awal kita nggak langsung promo. Kita biasa aja nge post, followers juga masih sedikit, masih puluhan terus jadi ratusan. Nah, pada saat kita sudah siap, dalam arti kata pelayanan, produk, baru kita mulai promote lagi lewat facebook dan Instagram.

Terus alhamdulillah temen-temen yang datang ke sini juga ikut bantu mempromosikan ya ustadz ustadz nasional kayak yang udah ke sini ustadz felix, terus belum lama ini fuadhbah, alhamdulillah temen-temen ikut bantu promosi waiki. Ya itu sih.

Jadi kita waiki ini programnya banyak tapi pada saat kita sudah siap kemarin kita baru mempromosikan diri kita di sosial media. Dan sosial medianya juga dengan cara kita nggak beli followers, kita nggak beli boom like, kita organik semua. Jadi kita saat ini followernya waiki masih 3ribuan, itu organik semua. Kita bangun pelan-pelan, nambah pelan-pelan sih semuanya supaya apa ya kita pengen yang bener-bener pelanggan loyalnya waiki gitu lho.

Apakah membuka peluang kemitraan?

Untuk masalah ekspansi, perkembangan ke depannya waiki ini insyaAllah sistemnya akan kemitraan. Yang udah nanya banyak. Paling jauh udah nyampe Banda Aceh, cuman ya jujur aja kita belum melayani kalau misal sampai sejauh itu karena memang kita menyadari tim kita juga masih belum tim yang skala nasional, kita masih skala pulau jawa lah insyaAllah.

Jadi alhamdulillah untuk kemitraan kita proposal sudah jadi saat ini saya sama mas Rifky juga lagi udah ngirim ngirim proposal kepada partner partner yang kemarin menanyakan info kemitraan seperti apa.

Waiki ini ke depannya ada dua konsep: mini waiki sama mini booth. Mini waiki dalam bentuk mini ruko, misal ukuran 5×5, 5×10, ya satu ruko lah. Itu konsep mini waiki di mana di mini waiki itu ada dua pilihan mau pake menu kopi atau tanpa kopi, jadi simpel. Konsepnya nanti kayak PHD. Dominan besar di dapur, mejanya tuh sedikit paling hanya lima-enam meja. Jadi kita mainnya seperti itu.

Yang kedua, konsep mini booth. Jadi temen-temen yang mau jadi mitra waiki itu nanti bukanya bisa di alfamart, indomart, superindo, atau di mall mall, semua tenant booth kecil gitu. Invest-nya jauh lebih dikit ya dibanding mini waiki.

Nah, misal ada yang ingin jadi mitranya waiki bisa hubungin call center-nya waiki atau hubungi dm Instagram atau lewat website, bisa semua.


Karena pada saat awal tujuan kita jelas, kita memperkenalkan produk kita supaya orang pada nyobain.

– Kasyfi Aziz Utama

Dapatkan Video Membangun Bisnis Kuliner dari Nol Sekarang!

232 Video / Durasi 17:07:49

Daftar Sekarang!

Biaya Membership 500.000 / Tahun

50+ Pengusaha restoran, café, rumah makan, berbagi tips trik membangun bisnis dari nol untuk Anda!

Memulai Usaha
03:27:55
Modal Usaha
01:58:58
Lokasi Usaha
01:23:35
Resep
01:38:46
Produksi
01:43:01
Pemasaran
01:52:06
  1. Jogja Cushy Cheese: Menggunakan Brand Ambassador 03:20
  2. Aqila Jaya: Bisa Dipercaya Menjadi Salah Satu Syarat Bersyirkah 05:25
  3. Madu Al Hidayah: Marketing Bisa Dipelajari Secara Otodidak 04:23
  4. Goebog Resto: Media Sosial Sangat Membantu Proses Pemasaran 02:45
  5. Mie Kepang: Harus Ada Value Yang Membuat Bisnis Punya Kelebihan 05:28
  6. Telaga Rasa: Penjualan Online VS Penjualan Offline, Choose Your Fighter 03:38
  7. Mie Cerita: Mengoptimalkan Bagian Internal 01:53
  8. Bebek BUMA: Perlu Belajar Mengenali Karakter Konsumen 09:35
  9. Sop Empal Bu Haryoko: Jangan Terlalu Banyak Mengubah Harga 02:52
  10. Soto Kudus: Awal Pemasaran, Offline Marketing Tidak Masalah 04:50
  11. Sop & Sate Pak Bayu: Packaging Merupakan Salah Satu Strategi Marketing 02:20
  12. Kuki Bakery: Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Untuk Marketing 02:59
  13. Toean Watiman: Pemasaran Fokus Pada WhatsApp Plus dan Instagram 02:14
  14. Waiki: Harus Menyusun Strategi, Jangan Langsung ke Teknisnya 07:10
  15. Bakso KampungQu: Berikan Tingkat Keramahan Tertinggi Menjadi Teknik Marketing Terdepan 04:11
  16. Bubur Ayam Sarifah: Ingin Memaksimalkan Marketing Online 04:27
  17. Kandang Ingkung: Owner Menyapa Tamu, Lain Daripada Yang Lain 04:00
  18. Sate Klathak Pak Jede: Beragam Cara Digunakan Untuk Pemasaran Produk 05:43
  19. Bakpiapia: Customer Service Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Konsumen 04:32
  20. Mie Suket: Mitra Mendapatkan Resep Asli Agar Rasa Tetap Terjaga 02:09
  21. Warcopi Serasa: Plan Marketing Perlu Dipikir Matang-Matang 02:16
  22. Kangkung Bakar: Lebih Banyak Mengandalkan Online Marketing 04:22
  23. Bale Kanoman: Pelanggan Yang Terkesan Akan Mendatangkan Pelanggan Lainnya 03:41
  24. Toko Oleh-Oleh Haji Khoir: Membuat Brosur Yang Bukan Sembarang Brosur 04:54
  25. Green Froozen Food: Promosi Media Online Sudah Menjadi Prioritas 03:03
  26. Mr. Geblek: Ingin Bisa Memaksimalkan Pemasaran Online 02:41
  27. Hara Chicken: Milenial Bisa Disasar Pakai Sosmed, Tapi Cara Konvensional Juga Tidak Masalah 03:50
  28. Penyetan Joice: Memasarkan Boleh, Memaksa Jangan 03:25
Keuangan
01:26:57
Manajemen SDM
01:51:46
Pengembangan Usaha
01:44:45