Skip to main content

Green Frozen Food: Agama Harus Menjadi Prioritas Kita

Sampai di penghujung interview BisnisKuliner.ID dengan Pak Warsito, ini dia gambaran pengembangan Usaha Green Frozen Food.


Mimpi apa yang masih ingin diwujudkan dalam usaha ini?

Saya sebenarnya ingin usaha itu istiqomah dalam satu unit usaha, tapi kadang keadaan memaksa kita untuk berubah dan saya termasuk orang yang tidak bisa menjalankan satu jenis usaha saja.

Jadi saya selalu membaca peluang dengan harapan saya peluang ini tetap ada. Jadi bisa mengembangkannya, tapi andaikan peluang ini tidak memungkinkan saya akan melihat peluang yang lain, yang bisa dikembangkan lagi untuk kita kerjakan bersama-sama.

Karena motif akhirnya bekerja pada prinsipnya usaha apapun, tidak harus satu unit usaha kita tekuni tapi kalau memang jenis usaha itu tidak bagus ya sudah kita suntik mati kita ganti dengan usaha yang lain yang prospeknya lebih baik.

Bagaimana cara menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif?

Caranya kita harus bisa membaca peluang, saya hampir bisa dikatakan setelah lulus sampai sekarang alhamdulillah saya syukuri. Usaha saya bisa mengikuti perkembangan, meskipun kadang-kadang regulasi dari pemerintah yang kadang-kadang menyulitkan kita untuk berkembang makanya kita harus berkembang harus bisa melihat peluang apa yang mau di konsumen.

Apa pesan untuk rekan-rekan semua yang ingin mengembangkan usahanya?

Ini hanya sekedar sharing untuk teman-teman yang ingin mengembangkan usaha. Kalau saran saya kita menjalankan usaha itu harus tahu dari hulu ke hilir, seperti apa dalam tanda kutip respon dari konsumen, kalau memang produk kita bagus tapi respon konsumen belum sesuai yang diharapkan maka dari segi marketing perlu kita tingkatkan lagi.

Tapi kalau misalkan kita sudah maksimal tapi ternyata dari produk kita yang kurang welcome dengan konsumen, ya tidak ada salahnya kita ganti produk atau ganti unit usaha tapi otomatis kita harus mempelajari terlebih dahulu jangan mudah menyerah, diibaratkan kita sudah belok kiri. Padahal kita belum tahu di sebelah kiri ini mampu tidak melaksanakannya.

Apakah ke depan ada bisnis atau produk baru?

Insyaallah produk baru akan saya tambah karena ini baru sekitar 60 atau 70 produk. Saya punya rencana karena produk-produk frozen food ini banyak sekali produk-produk UMKM punya temen-temen yang belum saya jual, InsyaAllah saya akan tambah produk ini sekitar 150 produk.

Jadi konsumen bisa banyak pilihan, produk yang sama tapi pilihannya berbeda, Insyaallah dengan banyaknya pilihan itu akan memudahkan konsumen untuk memilih ,di satu sisi kita akan bisa meningkatkan omzet kita pada akhirnya bisa meningkatkan profit kita.

Apa pesan terakhir untuk rekan-rekan semua?

Saya hanya menambahkan kepada temen-temen yang satu alur dalam artian masih berjuang sama-sama di dunia usaha, usaha harus kita jalankan maksimal tapi ada faktor lain yang menurut saya yang harus kita upayakan seperti faktor spiritual, faktor agama itu harus menjadi prioritas kita. Menjadi prioritas yang harus dilakukan karena kehadiran konsumen yang datang ke toko kita itu apapun alasannya kita sebagai sebagai Muslim itu adalah atas kehendak-Nya.

Jadi kita harus memaksimalkan dua potensi tersebut selain faktor-faktor manajerial seperti marketing, produk dan lain-lainnya.


Kalau saran saya kita menjalankan usaha itu harus tahu dari hulu ke hilir, seperti apa dalam tanda kutip respon dari konsumen, kalau memang produk kita bagus tapi respon konsumen belum sesuai yang diharapkan maka dari segi marketing perlu kita tingkatkan lagi.

– Warsito

Dapatkan Video Membangun Bisnis Kuliner dari Nol Sekarang!

232 Video / Durasi 17:07:49

Daftar Sekarang!

Biaya Membership 500.000 / Tahun

50+ Pengusaha restoran, café, rumah makan, berbagi tips trik membangun bisnis dari nol untuk Anda!

Memulai Usaha
03:27:55
Modal Usaha
01:58:58
Lokasi Usaha
01:23:35
Resep
01:38:46
Produksi
01:43:01
Pemasaran
01:52:06
Keuangan
01:26:57
Manajemen SDM
01:51:46
Pengembangan Usaha
01:44:45
  1. Aqila Jaya: Jangan Takut, Harus Berani 03:35
  2. Goebog Resto: Masuk Dunia Kuliner Jangan Modal Resep Saja 04:19
  3. Telaga Rasa: Perkuat Dulu Pondasinya 03:31
  4. Mie Cerita: Selamatkan Jutaan Orang Dengan Makanan Halal 03:37
  5. Bebek BUMA: Belajar Lagi, Belajar Terus 05:09
  6. Mie Kepang: Jadilah Pengusaha Yang Amanah 03:03
  7. Soto Kudus: Cari Teman Satu Frekuensi 05:31
  8. Sop & Sate Pak Bayu: Persaingan Bidang Kuliner Semakin Kompetitif 02:27
  9. Kuki Bakery: Harus Punya Produk Andalan 04:32
  10. Toean Watiman: Segala Jenis Usaha Wajib Melakukan Inovasi 03:45
  11. Waiki: Menjadikan Usaha Bukan Hanya Untuk Kepentingan Dunia 03:50
  12. Bakso KampungQu: Owner Juga Harus Mau Belajar Masak 04:17
  13. Bubur Ayam Sarifah: Semakin Besar Bisnis, Semakin Besar Pula Risikonya 05:32
  14. Kandang Ingkung: Ingin Menciptakan Kawasan Kuliner 04:29
  15. Sate Klathak Pak Jede: Kokohkan Dulu Satu Sebelum Buka Banyak Cabang 03:32
  16. Bakpiapia: Keuntungan Yang Besar Kita Pakai Untuk Dakwah 04:19
  17. Mie Suket: Bersaing Dengan Mengedepankan Kualitas Produk Yang Baik 02:34
  18. Warcopi Serasa: Memberikan Inovasi Pada Makanan Nusantara 02:18
  19. Kangkung Bakar: Semoga Brand Lokal Bisa Mengalahkan Para Kapitalis 08:13
  20. Bale Kanoman: Jangan Terlalu Fokus Pada Kompetitor, Lebih Baik Fokus Gali Potensi Diri 05:26
  21. Toko Oleh-Oleh Haji Khoir: Mencari Supplier Dengan Harga Lebih Murah, Mutu Barang Sama 02:37
  22. Green Frozen Food: Agama Harus Menjadi Prioritas Kita 04:55
  23. Mr. Geblek: Memulai Usaha Harus Suka Dulu 03:07
  24. Hara Chicken: Setelah Usaha Makanan, Ingin Merambah Usaha Minuman 06:15
  25. Penyetan Joice: Pastikan Usaha Utama Matang Dulu Sebelum Buka Cabang 03:52